Saturday, April 4, 2009

Gallery kota Rengat.

Rengat, sebuah kota kecil di propinsi Riau.
Tempat pertamaku mendampinginya.
Agak mellow-bello kata Nia ama Mas Ben...
Mengingat latar belakang kami bersatu.

Tapi itu masa lalu,
Sekarang inilah hidupku...

Tinggal di rumah kontrakan berukuran (8x15)m,
tepatnya di jalan Gerbangsari.
Rumah milik seorang Kepala Kantor Wanita Pematang Reba.
Sejuk sih rumahku,
Disisi kanannya masih berjajar deretan pohon karet.
Siamang masih sering cari makan disitu, makan buah karet.
Enak kali' ya... setahuku karet itu pahit.

30' menit dari rumahku baru ada kehidupan..
Maksudku, tempat ATM, pasar, terminal, plaza...
Bisa dibilang kota lah dibandingkan Pematang Reba.

Danau Raja dan Istananya













Memasuki kota Rengat, kita akan disambut oleh Danau raja dan Istananya. Indah juga sih, tapi yang namanya kota kecil, tidak terlalu diperhatikan rasanya kebersihan dan kelestariannya. Terus terang aja, kalo malem banyak muda-mudi mesum yang pake' tempat ini.


Rengat Plaza













Wekekeke...tempatku melepaskan kepenatanku.

Bisa bayangkan to, yang namanya Plaza kyk gini. From Hyatt to Re-Plaz.
Eh..muda mudi Rengat banyak tuh yang ngeceng disitu, kalo di Sby kayak Pasar Turi lah.....Wakaka. Lumayan, ada Timezone...sampe dapet Dispenser Miyako saking isengnya ga ada hiburan.


Adipura













Tau nggak kalo kotaku sekarang ini pernah dapet Adipura...Wek..belum tau kan...Aku juga baru tau waktu browsing ini. Wakaka...kota yang aneh....
Atau, aku yang aneh ya...


Dang Purnama













Tahukah Awak kalau ini Dang Purnama?
Macam Balai Prajurit atau Graha Samudra di Surabaya.
Pejabat atau orang penting Rengat bile nak punye hajat disinilah....
Percayalah, Friend !


Jembatan Seberang













Ini yang namanya "Jembatan Seberang". Jembatan ini melintasi sungai Indragiri Hulu.
Rasanya pingin aku buat kafe tepi sungai dengan view ke jembatan ini bertabur lampu. Macam Golden gate bridge. Kemelipen mimpiku. Dapet kerjaan arsitek disini aja susyah.

Apa lagi nak awak cakap ni....
Itulah sekilas kota Rengat. Utang hatiku untuk cerita tentang setiap kota yg aku kunjungi.
Kebetulan ini adalah kota pertamaku. Salah satu kota kecil di Pulau Sumatra.

Putus asa

Siapalah aku yang mampu menahan cobaan ini.
Ketika keyakinan itu sudah pudar dan doa itu seakan tak berbalas.
Andai aku bisa berhenti dan hidupku bisa berjalan tanpaku.
Tak tahukah Tuhanku kalau aku letih bagai burung yang patah sayapnya.
Tak tau lagi dimana harus kucari damaiku.

Monday, September 15, 2008

Tentang kepercayaan

Percaya itu ada 3 hal. Percaya pada diri sendiri, percaya pada Beliau, dan percaya pada Allah S.W.T. Percaya itu 'pasrah'. Pasrah pada Beliau, pasrah pada Allah S.W.T. Kenapa dalam percaya itu ada pasrah kepada Allah S.W.T? Karena Allah adalah Maha segalanya, tempat mencari keadilan apabila Beliau tidak mempergunakan kepercayaan kita dengan baik. Dan itu diluar kekuasaan kita. Tapi kepercayaan itu akan menjadi doa dan ibadah.

-Wise words from Prasetyo Nugroho-

Friday, August 1, 2008

Bosan

Ini sebuah cerita ringan tentang kebosanan. Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu : “Sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan’, pak tua?”

Pak Tua : “Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu.”

Tamu : “Kenapa kita merasa bosan?”

Pak Tua : “Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki.”

Tamu : “Bagaimana menghilangkan kebosanan?”

Pak Tua : “Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya.”

Tamu : “Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?”

Pak Tua: “Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?”

Tamu : “Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua.”

Pak Tua : “Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang.”

Tamu: “Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?”

Pak Tua : “Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya.” Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.
Tamu : “Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?”

Pak Tua : “Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan.”

Tamu : “Contohnya?”

Pak Tua : “Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecildulu.”

Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu : “Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?”
Sambil tersenyum Pak Tua berkata: “Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan.

Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan.

Segala sesuatu berasal dari pikiran.
Berpikir bosan menyebabkan kau bosan.
Berpikir ceria menjadikan kamu ceria.

Muak

Satu kata aja... Muak

Wednesday, July 2, 2008

Sebuah Perenungan Diri

Bahagia (?)

Kata Kahlil Gibran, bahagia itu adalah duka cita yang terbuka kedoknya.
Kata Para Sahabat Nabi, bahagia itu adalah kehidupan yang sederhana, yang tidak banyak menyibukkan dan penghasilan yang pas-pasan.
Tapi,
Kata Seorang Teman Baikku, bahagia itu sebetulnya tidak ada, yang ada hanya bersyukur.

Hmmmh (?)

Sunday, January 27, 2008

My new Role

Mulai 1 Februari mendatang aku dah ga kerja kantoran lagiii....sampe Juni, trus aku ikut Mas ke Riau.
Hmmh... prinsipku, jangan sampe dengan keberadaanku di rumah aku jadi ngerepotin orang lain (maklum, waktu untuk berpikir jadi lebih banyak, jadi lebih cerewet gara-gara kurang kerjaan).
So, ada beberapa rencana yang ingin aku kerjain di waktu itu...
1. Ngurusin acara 7 Juni dan segala pernak-perniknya. Belum dapet Gedung yang sesuai, belum dapet catering, perias insya Allah dah dapet. Dan ngurusin hal-hal kecil lainnya (souvenir, undangan, dll).
2. Ngurusin rumah. Kamarku dah beberapa tahun ga diurus dengan intensif. Buku-buku dik Ayu dah ga karuan, meja belajar penuh. Lemari pakaian dah tidak tertata dengan baik (baca: awut-awutan). Kamar mandi walaupun dibersihin ama si yuk tapi tetep nggak sama bersihnya kalo aku yang nyikat! Dapur Ibu perlu di organize ulang.
3. Buat portfolio. lihat buku contoh2 portfolio dulu aja, ntar baru intensif buatnya.
4. Ngajarin dik ayu persiapan untuk masuk perguruan tinggi.
6. Belajar masak apa aja deh, kalo perlu tiap pagi di rumah aku yang masak.
7. Perbanyak shalat sunnah (dhuha, hajat, tahajjud, tasbih)
8. Puasa! Berdoa semoga dilancarkan segala urusan.
9. Banyak baca buku!
10. Body treatment!
11. Last but not least! Get a part time job!

Hoahhh.... kok banyak juga ya peranannya walaupun dah ga kerja....
Wekekekkeke